200%

Author : rizzqia
Cast : -Henry Lau [Super Junior]
-Shin Heenam [OC]
– Avril Moon[OC]
Genre : AU [Alternate Universe] , SongFic
PG : 15

Adaptation from Akdong Musician 200% MV , and this song really recommended XD

Summary : “Kenapa aku sebodoh ini sih. Sudah tau kalau kau ini sama sekali bukan tipe ideal Henry. Masih saja mengejarnya! Dasar bodoh”

    00oo00

Shin Hee Nam, seorang gadis berkebangsaan Korea dengan mata sipit itu menyusuri jalan menuju sekolahnya. Tanpa sengaja dia bertemu teman sekolahnya yang kurang lebih sudah 2 tahun belakangan ini di cintainya. Laki-laki itu bernama Henry. Wajah yang tampan dengan postur tubuh tinggi, tidak bisa disembunyikan dari tatapan para gadis di sekolahnya.

“Oh Tuhan. Benarkah ini? Aku bertemu dengannya!” ucap Heenam. Lalu dia mendekati Henry. Ketika Henry melihatnya, Heenam merasa malu sambil menyembunyikan wajahnya.

“Kenapa kau?” Tanya Henry penasaran dengan tingkah laku Heenam yang kelihatan aneh.

“Eh? Tidak apa-apa. Hehe”

‘Ya Tuhan. Kurasa pipiku sudah seperti kepiting rebus’ batin Heenam sambil memegangi pipinya.

Lalu mereka berdua menaiki subway yang akan mengantarkan mereka ke sekolahan. Di subway itu terasa sangat sepi. Karena hanya ada 2 orang penumpang—Heenam & Henry. Laki-laki itu sibuk membaca novel yang baru dibelinya beberapa hari yang lalu. Sedangkan Heenam, hanya asik tersenyum sambil membayangkan betapa indahnya pagi hari ini karena bisa berangkat bersama orang yang dicintainya.

Teng.. Teng.. Teng..

Bel tanda berakhirnya pelajaran pun telah berbunyi. Heenam yang jalan pulangnya searah dengan Henry terus mengikutinya.

“Ya! Heenam kau kenapa mengikutiku terus!” ucap Henry yang membuat Heenam kaget dan langsung mengalihkan objek fotonya, karena dia sedang asyik memfoto wajah tampan Henry.

“Ne? Emm.. Aku tidak mengikutimu. Hanya saja rumah kita jalannya searah”, dan hanya dibalas Henry dengan mengendikkan bahunya.

Semakin hari kadar cinta Heenam kepada Henry semakin bertambah. Hari ini, Ketika Henry sedang berlari mengelilingi lapangan sekolah, Heenam membuat origami berbentuk burung dan hati. Ia meletakkan beberapa origami tersebut di dekat botol air mineral Henry. Gadis bermata sipit itu segera bersembunyi di dekat pohon yang agak jauh dari tempat ia meletakkan origami tadi, ketika laki-laki berpostur tinggi tersebut selesai melakukan kegiatannya dan berjalan ke arah air minumnya.

“Origami milik siapa ini?” ucap Henry sambil menimang-nimang kertas itu. “Tidak buruk. Aku akan menyimpan ini!”

Sepulang sekolah, mereka berdua—Henry & Heenam pulang dengan subway bersama lagi. Heenam tetap bersikap seperti biasa. Ketika sopir mengerem secara mendadak, Heenam hampir terjatuh kalau saja dia tidak berpeganan pada kursi. Bukannya kaget, dia malah tersenyum karena ada Henry di belakangnya. Sesampainya di halte pemberhentian, mereka berjalan bersama dengan suasana yang lebih bagus daripada hari-hari kemarin.
Tetapi, mereka tidak langsung pulang, malahan Henry mengajak Heenam untuk pergi ke pinggiran Sungai Han untuk menikmati sunset.

‘Hahh,, aku sungguh bahagia hari ini! Tanpa suatu perencanaan, aku bisa pulang bersama dan jalan-jalan dengannya. Aku yakin dia suka denganku! Hahaha’ batin Heenam dengan senyum yang terus mengembang dari bibir mungilnya itu.

“Hey, kau kenapa? Masih sehatkan?”

“Eo? Tentu saja. Aku sangat bahagia hari ini!” ucap Heenam yang masih saja tersenyum.

“Ku harap, kau tidak akan gila sepulang dari sini” Henry memegang pundak Heenam, yang membuat pipinya merah dan langsung melihat ke arah lain agar Henry tidak melihat wajahnya. Sepulang dari Sungai Han, Henry masih mengajak Heenam ke sebuah kedai es krim. Di genggamnya tangan Heenam yang lembut itu.

Waktu terus berjalan. Hari terus berganti. Kejadian-kejadian manis itu terulang lagi. Tetapi, hati Heenam tidak merasa senang. Memang, dia naik subway, ke kedai es krim, dan ke Sungai Han bersama Henry. Tetapi ada satu makhluk penganggu baginya. Ya dia adalah Avril Moon, murid baru dan juga cantik keturunan Korea-Eropa yang dekat dengan Henry. Patah sudah hati Heenam, yang selama beberapa minggu ini sudah dibuat terbang oleh Henry. Dan yang tidak disukai Heenam pada gadis itu, origami burung yang ia buat untuk Henry,Henry berikan kepada gadis itu dan ia membuangnya!

‘Dia pikir aku masih seperti anak kecil apa!’ batin Avril sambil membuang origami burung ke arah belakang. Jalanpun sudah tidak bisa bersebelahan lagi. Karena di samping Henry sudah ada penggantinya, ya Avril Moon tadi. Es krim Henry pun juga tidak disuapkan untuk Heenam lagi.

“Kenapa aku sebodoh ini sih. Sudah tau kalau kau ini sama sekali bukan tipe ideal Henry. Masih saja mengejarnya! Dasar bodoh! Aahh Heenam pabboya!” ucap Heenam sambil memukulkan jari-jarinya ke kepalanya.

    END

Yeayy!! Inshaallah ff ini bakal ada lanjutannya karena MV 200% ada lanjutannya juga XD gak ada yang minta lanjutan juga gpp sih..cuman aku nya yang pengen nglanjutin XD thanks for reading my fanfiction! >,<

Advertisements